sewa boat Pulau Harapan
Sewa Boat Pulau Harapan Kepulauan seribu Cek sini Gan !
Mei 7, 2021
backpackeran ke Pulau Seribu
Seru, Backpackeran ke Pulau Seribu, Bertemu Teman Baru!
Mei 9, 2021
Show all

Menikmati Kebudayaan Pulau Seribu Sambil Berlibur Seru

Kebudayaan Pulau Seribu

Berlibur sambil menikmati kebudayaan Pulau Seribu merupakan aktivitas combo yang bisa dilakukan supaya mendekatkan diri dengan alam dan juga manusia. Belajar budaya ternyata tidak harus duduk manis di dalam bangku sekolah, namun lebih efektif turun langsung.

Meskipun embel-embelnya belajar, namun dalam pelaksanaannya lebih banyak liburan, alih-alih memaksakan otak untuk memahami. Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai kebudayaan berbeda dari tiap tempat, salah satunya dari Kabupaten Seribu ini.

Keanekaragaman budaya bahkan tidak hanya menarik di mata wisatawan lokal, seperti kita. Namun, di mata wisatawan asing juga terkadang kebiasaan tidak biasa segolongan suku bangsa menarik perhatian mereka sehingga ingin menggali lebih jauh mengenai hal tersebut.

Mengenai kebudayaan masing-masing daerah merupakan salah satu upaya melestarikan warisan bangsa. Berbagai keunikan kebudayaan di Pulau Seribu dapat diserap melalui ragam aktivitas liburan yang jauh lebih efisien dan praktis jika memanfaatkan layanan tour terbaik.

Mengenal Kebiasaan Masyarakat Setempat di Pulau Seribu

Terletak tidak jauh dari Jakarta, berbagai potret kebudayaan Pulau Seribu memiliki warna beragam karena terdiri atas lebih dari suku bangsa yang menghuni pulau tersebut. Tidak jauh dari Jakarta maka Anda bisa menemukan kebudayaan Betawi di tempat satu ini.

Namun, tidak hanya itu karena Anda juga bisa menemukan kebudayaan masyarakat Banten pada sekitar destinasi. Bahkan sisi menarik lainnya adalah akan terlihat kebudayaan baru akibat beragamnya suku bangsa yang menempati pulau tersebut sebagai tempat tinggal.

Secara kasat mata perbedaan budaya sehari-hari masyarakat setempat dapat dilihat dari bagaimana mereka berbincang. Konon, nada bicara warga jauh lebih tinggi dan lincah, tidak seperti kebanyakan orang Banten yang notabene Sunda dan juga orang Betawi asli Jakarta.

Beberapa orang justru menyamakan gaya bicara nan lincah ini dengan karakteristik suku bangsa Sulawesi, Indonesia. Tidak cukup sampai di sana, bahkan potret kebudayaan Pulau Seribu juga bisa diidentifikasi dari bagaimana mereka memberi penamaan pada makanan.

Contoh, warga setempat memberi nama lontong isi dengan sebutan selingkuh. Kemudian jika kita menyebut nama sambal ikan bakar sesuai dengan jenisnya, seperti sambal terasi, sambal bawang, sambal mentah, dsb. Maka warga sana menyebutnya sebagai sambal beranyut.

Tradisi Sedekah Laut yang Masih Melekat

Bicara tentang kebiasaan, hal-hal di atas merupakan kebudayaan Pulau Seribu yang melekat pada masing-masing orang dengan spontan. Namun, tidak hanya itu, kekayaan masyarakat setempat juga dapat disimak dari tradisi yang sampai saat ini masih terus dilestarikan.

Salah satu yang menarik adalah sedekah laut. Bukan tanpa alasan masyarakat setempat kerap melakukan kebiasaan sakral turun-temurun ini. Salah satunya karena memang mereka tinggal di pemukiman dekat laut sehingga dirasa perlu hidup damai berdamping dengan air.

Bukan hanya persoalan wilayah tinggal, namun alasan lain dari dilaksanakannya tradisi ini adalah karena alasan mata pencaharian. Sebagian besar penduduk setempat berprofesi sebagai nelayan atau membuka usaha lain di bidang perairan, seperti wisata, dan sebagainya.

Tradisi sedekah laut yang dijalankan merupakan suatu bentuk rasa syukur dan seperti doa atas rezeki yang sudah didapatkan dan yang akan diterima. Selain itu, masyarakat setempat juga menjalankan kebudayaan Pulau Seribu seperti ini untuk berharap bencana tidak terjadi.

Bicara soal kebudayaan, tradisi, kebiasaan masyarakat setempat, Indonesia memiliki banyak aset dalam hal tersebut. Salah satu kebanggaan kita sebagai bangsa multikultural, seyogyanya menghargai kebudayaan masing-masing guna melestarikan warisan budaya.

Tradisi Selam Laut yang Unik

Tradisi unik yang menambah daftar kebudayaan Pulau Seribu adalah selam laut, dimana acara ini diadakan oleh panitia zaman sekarang. Caranya panitia akan menyembunyikan berupa benda tertentu di dasar laut, kemudian peserta diminta mencarinya.

Tentu saja dasar laut yang dipilih sudah atas pertimbangan matang dan tidak mungkin membahayakan peserta. Selain itu sebagai kepulauan dengan mayoritas kegiatan di laut maka protokol menyelam diciptakan seketat mungkin sehingga menghindari hal tidak aman.

Uniknya, sebagai destinasi wisata di dekat Jakarta, tradisi dan kebiasaan masyarakat setempat tidak membuat mereka mengisolasi diri. Sebagai pelancong, Anda bisa menikmati keindahan tradisi sekaligus menjalankan aktivitas manusia modern karena mereka bukan suku tertinggal.

Hanya saja jangan kaget ketika mendengar warga setempat berbicara dengan nada lantang sebab hal tersebut memang sudah menjadi kebiasaan mereka. Jangan lagi kaget juga saat warga setempat menyebut kata selingkuh ketika Anda membawa atau memakan lontong isi.

Sejarah Singkat Tentang Thousand Island

Bicara soal kebudayaan Pulau Seribu, kami akan sedikit merangkum sejarah kepulauan tersebut kepada Anda. Jika ingin melihat jejak sejarah dari kepulauan ini maka Anda bisa mengunjungi salah satu pulau bernama Onrust yang merupakan bagian kepulauan seribu jakarta.

Onrust menyimpan berbagai puing-puing sisa sejarah Belanda dan juga Jepang serta makam orang dalam atau luar negeri. Pulau ini menjadi saksi sejarah mengenai bagaimana kondisi Indonesia ketika menghadapi masa penjajahan Belanda, Jepang, bahkan negara Eropa sebelumnya.

Uniknya awal mula terbentuk Thousand Island ini dari sekumpulan fauna mati yang pada akhirnya ditumbuhi berbagai rindang serta hijau tanaman. Ketika tanda kehidupan mulai muncul, barulah manusia mengisi kepulauan ini dan dijadikan sebagai tempat pemukiman.

Mayoritas penghasilan penduduk sebagai nelayan atau pekerjaan yang berhubungan langsung dengan air. Tidak mengejutkan, kebudayaan Pulau Seribu seperti itu sebab kontur wilayah tinggal mereka besar potensinya jika memanfaatkan perairan dengan sempurna.

Ditarik ke belakang, konon sejarah di tempat ini sudah terbentuk sejak 1513 ketika masa kerajaan Sunda Pajajaran masih bertahta. Sebut saja bangsa Portugis yang pertama kali melakukan penjajahan, meskipun pada akhirnya Belanda yang meninggalkan banyak jejak.

Tiga Pulau yang Menjadi Saksi Sejarah

Penasaran seperti apa potret kebudayaan Pulau Seribu? untuk informasi akurat dan lebih detail, Anda bisa mengunjungi beberapa tempat berikut ini:

Cipir kep seribu

Kini menjadi saksi sejarah, uniknya dulu tempat ini digunakan sebagai tempat penampungan haji dan orang-orang berpenyakit menular. Cipir ini sebenarnya masih masuk taman arkeologi Onrust, pulau di seberangnya yang sudah banyak kita singgung di atas.

Kelor Kep Seribu

Salah satu bangunan legendaris dari Kelor Island adalah Benteng Martello yang terinspirasi dari Martello Point di Perancis. Inspirasi tersebut didasari oleh alasan kekokohan bangunan sehingga fungsinya sangat baik bagi pertahanan meriam dan juga terjangan air laut

Edam kep Seribu

Mengunjungi Edam Island, Anda akan disuguhkan pemandangan bangunan berupa mercusuar dan rumah bekas Gubernur Hindia Belanda. Dulunya sebelum Belanda melakukan pembangunan, Edam adalah tempat kosong tidak berpenghuni di Nusantara. baca tour pulau pari

Menarik, ya? untuk menikmati secara langsung, Anda dapat mempersiapkan liburan dalam bentuk paket. Tidak perlu bimbang mempersiapkan semuanya, tinggal hubungi saja admin kami di 0857 1999 9500 atau 0822 9865 6789 sekarang juga untuk reservasi layanan.

Bersama kami, Pulau Seribu Traveling dengan layanan tour terpercaya, seluruh pulau di atas bisa dikunjungi dalam bentuk paket. Kami memastikan pos pengeluaran Anda saat liburan lebih terkendali sehingga suasana menikmati kebudayaan Pulau Seribu lebih terasa nyaman.

Comments are closed.